Nurul Nasuchatul Faizah: Mengandung Puisi dan Puisi Lainnya

Mengandung Puisi

 

Di atas dermaga, angin merapal bulu kuduk

Menari-nari seperti rumput laut diterpa ombak, hanyut

Duka rintik kala itu

Menelantarkan anak buih dari inangnya

Meletup tak terhirup

 

Aku ingin membangun istana pasir yang menggumpal

Menggulung tikar di atas kepala

Berteduh di bawah kelapa rumbainya menyapu ke bawah

Meski berbadan dua kubuat fondasi dari kerang kerontang

Menyusun satu per satu dengan sabar

 

Butir-butir pasir bersemayam di sela-sela jari

Menjadi polesan akhir karya sedih

Sebuah tumpukan megah siap dihuni

Sudah waktunya melahirkan

Puisi-puisi yang kurawat dalam kandungan

Berhasil keluar dari gua kata sulit tereja

 

Aku bedong dengan selimut harapan

Meninabobokan dengan siulan malam

Tak akan terlantar

Meski rintik menjelma hujan

Melenyapkan buih di lautan

 

Gresik, 31 Januari 2022

 

Membilas Waktu

 

Waktu berserakan memenuhi ruangan

Angka-angka yang timbul

Adalah kewarasan menatapnya

Ingatan masa lalu menggigit tiap detik

Memungut kecewa yang memanjang seperti jarum jam

Tuhan membilas peristiwa kotor dengan air mataku

Mengeringkannya dengan handuk bapak yang tersampir di jemuran surga

 

Gresik, 01 Februari 2022

 

Hujan di Bawah Alisku

 

Serupa gadis kecil

Mengais permen kapas di antara awan mendung

Meramu orang-orangan dengan peri kecil

Mencipta kisah indah yang mustahil

Hatiku ngilu sebab hujan turun mencairkannya

Lenyap, terhuyung, dan terseok-seok menjadi buntung

Seandainya segalanya nyata

Mungkin telah kemarau air mata penghuni tiap sudut ruang hampa

 

Gresik, 01 Februari 2022

 


Nurul Nasuchatul Faizah, lahir di Gresik pada tanggal 4 Mei 2001. Bergabung dengan komunitas kepenulisan COMPETER di bawah asuhan mentor Muhammad Asqalani Eneste. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media online.Ig: nurulnasuchatul.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar