Ahmad Rizki: Kasidah Kuning dan Puisi Lainnya

 


Kasidah Kuning

Kami jumpa tengah malam.

Mata kami berkobar.

        Namun angin dan air dunia

        memadamkannya.

 

Di antara gelagat bintang

Waktu runtuh, beku, bisu.

        Mata kami takut

        dan nyali kami berhamburan.

 

Kami jumpa tengah malam.

O, kami sepasang

        asap dan abu

        yang terbuang dari kehidupan.

 (2022)


Kasidah Kuning I 

Apa yang tak mungkin

        dikecup sang waktu?

Peristiwa malam amat

kosong, tapi hidup

lebih berjarak.

 

Bintang jatuh di hati kita

        tapi keinginan jadi petaka.

 

Bulan mekar sempurna

        tapi keinginan bias tanpa makna.

 

Apa yang tak mungkin

        dikecup sang waktu?

Kenyataan hidup adalah

cinta yang tak kita kenali

nama dan bentuknya.

(2022)


Kasidah Kuning II 

Cinta tampak menawan

dan hidup tertawan.

        Segala bisu jadi suara

dan sempurnalah nyanyian jiwa.

 

Cinta tampak menawan

dan aku sudah tertawan.

        Segala kata punya makna

dan sempurnalah pengembaraan asmara.

 (2022)

Ahmad Rizki, menggelandang di Ciputat, Tangerang Selatan. Beberapa puisi omong kosongnya termaktub di media daring. Buku puisinya yang terlanjur terbit adalah Sisa-Sisa Kesemrawutan (2021). Informasi tambahan dapat ditemukan melalui akun Instagram miliknya, @ah_rzkii, atau surel ahrizki048@gmail.com

Posting Komentar

0 Komentar